PEMBERIAN REMISI OLEH BUPATI ACEH BESAR DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB KOTA JANTHO KAB. ACEH BESAR.

IMG20170817112732.jpg

img src=”http://www.tribratanewsacehbesar.com/wp-content/uploads/2017/08/IMG20170817110203-150×150.jpg” alt=”” width=”150″ height=”150″ class=”alignleft size-thumbnail wp-image-1560″ />Aceh Besar – Kamis (17 Agustus 2017) pukul 11.00 – 12.00 Wib bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Jantho Kab. Aceh Besar telah berlangsung rangkaian kegiatan pemberian Remisi oleh Bupati Aceh Besar kepada Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Jantho Aceh Besar dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke – 72 tahun 2017.

Hadir dalam kegiatan tsb :
a. Mawardi Ali Bupati Aceh Besar.
b. Tgk. Husaini AW Wakil Bupati Aceh Besar.
c. AKBP Drs. Heru Suprihasto, SH. Kapolres Aceh Besar.
d. Murdani, SH Kajari Aceh Besar.
e. Drs. Iskandar M. Si Sekda Aceh Besar.
f. Zulfikar, SH Wakil Ketua DPRK Aceh Besar.
g. Yusnadi, SH Kalapas IIb Kota Jantho.
h. Mahfuddin, SH Wakil Ketua PN Kota Jantho.
i. Drs. Abdullah Ketua Mahkamah Syariah Kota Jantho.
j. Staf Ahli Bupati Aceh Besar, Asisten Bupati Aceh Besar dan Kepala SKPD lingkungan Pemerintahan Kab. Aceh Besar.

Rangkaian kegiatan sbb :

a. Pembacaan Ayat Suci Al – Quran oleh Taqdir Feriza.

b. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

c. Pembacaan Catur Dharma Narapidana oleh perwakilan Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Jantho Aceh Besar an. Guntur.

d. Sambutan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Jantho :
1) Pada hari yang berbahagia ini kita masih mendapatkan kesempatan untuk menghadiri dan mengikuti acara pemberian remisi bagi warga binaan pemasyarakatan, khususnya bagi Narapidana dan anak pidana dalam rangka memperingati Hari Ulang tahun Kemerdekaan RI ke – 72.
2) Sebagai warga negara yang sadar akan sejarah bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia bukanlah ceremonial belaka, tetapi akan lebih bermakna jika peringatan itu dijadikan sumber semangat dan kekuatan bagi kita dalam mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
3) Pemerintah memberikan apresiasi berupa pengurangan masa
menjalani pidana (remisi) bagi mereka yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan dari Pemerintah, serta telah memenuhi persyaratan yang ditentukan, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.
4) Memberikan perlakuan yang manusiawi terhadap pelanggar hukum merupakan satu kewajiban kita sebagai bangsa yang beradab. Bahwa pelanggar hukum merupakan bagian dari warga Negara yang tetap memiliki hak-hak yang mesti dihormati dan dipenuhi. Salah satu hak yang dimiliki oleh pelanggar hukum (dalam hal ini narapidana) adalah hak mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana (remisi) yang telah diatur secara tegas dalam pasal 14
ayat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995.
5) Pemberian remisi bagi Narapidana adalah upaya untuk sesegera mungkin mengintegrasikan Narapidana dalam kehidupan masyarakat secara sehat, sehingga mereka dapat segera melanjutkan kehidupannya secara normal dan mampu mengemban tanggung jawab yang ada di pundak masing-masing, baik sebagai anak, orang tua, maupun anggota masyarakat.
Selain itu, pemberian remisi juga sebagai upaya untuk menghindarkan dampak buruk pemenjaraan. Karena, diakui maupun tidak, pemenjaraan memang memberikan dampak buruk bagi setiap orang yang menerimanya.
6) Pemberian remisi bertepatan dengan momentum peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ini, diharapkan mampu menyadarkan kepada kita semua, khususnya kepada para warga Binaan Pemasyarakatan bahwa mereka juga merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia
7) Pemberian remisi janganlah pernah kita artikan sebagai upaya untuk “memanjakan” narapidana yang seakan-akan hanya berpihak pada kepentingan narapidana semata. Namun, marilah pahami secara mendalam dari sisi rasa kemanusiaan bahwa pada dasarnya pemberian remisi merupakan wujud
kepedulian untuk menjaga agar narapidana tetap mampu menjadi manusia seutuhnya, manusia yang mampu menjaga integralitas hidup, kehidupan, dan penghidupannya.
8) Tahun ini Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Jantho mengusulkan remisi umum untuk narapidana di Rutan Jantho sebanyak 207 orang, terdiri dari 71 orang yang terkait PP 99 tahun 2012, terkait PP 28 tahun 2006 sebanyak 2 orang dan yang terkait Pidana umum sebanyak 134 orang. Adapun yang disetujui sebanyak 159 orang untuk sementara ini, terdiri dari Narapidana terkait PP 99 tahun 2012 sebanyak 25 orang dan Pidana umum sebanyak 132 orang sedangkan sisanya sebanyak 48 orang menunggu persetujuan dari Jakarta.
9) Dari 159 orang yang disetujui remisi tersebut ada satu orang Warga Negara Asing dari Perancis, ianya juga mendapatkan 2 bulan remisi. Selain itu juga ada sekitar kurang lebih 50 orang lagi narapidana yang akan diusulkan remisi susulan.
10) Menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kab. Aceh Besar, jajaran penegak Hukum, instansi terkait lainnya serta seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan dan partisipasinya dalam upaya pencapaian tujuan sistem Pemasyarakatan. Dan terimaksih juga kepada Pemkab Aceh Besar yang telah memberikan bantuan buah ungan berupa baju koko kepada warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Jantho sebanyak 300 buah serta mengharapkan agar dukungan dan partisipasi tsb dapat terus dijaga dan dikembangkan di masa mendatang.

e. Pemberian SK Remisi dari Bupati Aceh Besar kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Jantho.

f. Sambutan Menkumham yang dibacakan oleh Bupati Aceh Besar :
1) Proklamasi Kemerdekaan Indonesia bukan hanya merupakan deklarasi kebebasan dari segala bentuk penindasan penjajah, lebih dari itu momen tersebut juga dimaknai sebagai suatu komitmen dari seluruh rakyat Indonesia untuk membangun Negara yang mandiri serta mampu memberikan perlindungan terhadap segenap tumpah darahnya. Pahit getir pada masa kolonialisme serta rasa terhina di atas tanah air sendiri menjadi faktor determinan untuk “bergerak” mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2) Program pembinaan diharapkan dapat menstimulir setiap Narapidana dan anak agar mampu melakukan self propelling adjustment yaitu kemampuan penyesuaian diri untuk kembali ke masyarakat dan ikut berperan aktif dalam pembangunan. Terkait dengan hal tersebut Pemerintah memberikan apresiasi berupa remisi bagi narapidana dan anak yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi, dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan
dengan baik serta telah memenuhi persyaratan yang ditentukan.
3) Pemberian remisi terhadap narapidana dan anak pada hari ini, bukan semata-mata merupakan suatu hak yang didapatkan dengan mudah dan bukan pula merupakan bentuk kelonggaran-kelonggaran agar narapidana dapat segera bebas. Namun, pemberian remisi merupakan suatu bentuk tanggung jawab untuk terus menerus memenuhi kewajiban untuk ikut dalam pelaksanakan program pembinaan. Selain itu pemberian remisi dimaksudkan juga untuk mengurangi dampak negatif dari sub-kultur tempat pelaksanaan pidana, serta dapat juga menjadi sebuah stimulan dalam mengahadapi deprivasi dan efek destruktif dari pidana perampasan kemerdekaan.
4) Secara psikologis pemberian remisi juga mempunyai pengaruh dalam menekan tingkat frustasi sehingga dapat mereduksi atau meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas, Rutan, berupa pelarian, perkelahian, dan kerusuhan lainnya.
5) Dengan masih terjadinya pengendalian Narkoba dari dalam Lapas atau Rutan serta praktek jual-beli hak Praktek yang tidak bertanggung jawab tersebut menjadi bukti bahwa perlu ada reformasi yang nyata dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Terhadap beberapa permasalahan tersebut, pemerintah telah
mengeluarkan paket kebijakan reformasi hukum yang salah satu programnya adalah pembenahan terhadap Lapas.
6) Keseriusan pemerintah dalam melakukan penanganan terhadap permasalahan pemasyarakatan dibuktikan dengan adanya dana tambahan melalui APBN-P tahun 2017 sebesar 1,5 Trilyun yang digunakan untuk penanganan permasalahan pemasyarakatan, serta pemenuhan sarana dan prasarana teknis pemasyarakatan.
7) Program reformasi hukum yang bertujuan agar memulihkan kepercayaan publik, memberikan keadilan pada rakyat, dan menjamin kepastian hukum, dibangun dengan melakukan penataan regulasi. Terkait dengan pelaksanaan pemasyarakatan saat ini sedang dilakukan tugas penataan terhadap regulasi tentang syarat dan tata cara pemberian hak bagi WBP, melalui penyederhanaan dalam proses pemberian hak bagi WBP dengan memotong jalur birokrasi terhadap proses usulan pemberian hak. Diharapkan dengan adanya perubahan tersebut dapat memberikan kepastian dalam proses pemberian hak bagi WBP.
8) Meminta kepada seluruh jajaran pemasyarakatan untuk segera berbenah diri, meningkatkan integritas, serta menyatukan tekad yang bulat dalam mewujudkan pemasyarakatan yang lebih baik. Buktikan bahwa pemasyarakatan sebagai institusi penegak hukum mampu mewujudkan reformasi hukum dengan melakukan pembenahan secara komperhensif dan nyata.
9) Ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah yang telah turut ambil bagian dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pelayanan, pembinaan, dan pembimbingan kepada WBP serta berharap peran dan partisipasi Pemerintah Daerah ini dapat berlanjut dan ditingkatkan untuk masa-masa yang akan datang.
10) Ucapan terimakasi kepada seluruh narapidana yang mendapat remisi dan berpesan, berjanjilah untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum, kembalilah kepada keluarga, dan jadilah anggota masyarakat yang baik, jadilah insan yang taat hukum. Insya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa akan melindungi dan mengiringi keiklasan dan ketulusan saudara untuk menjadi manusia yang bermartabat, bermanfaat, dan berakhlak mulia.

g. Pemberian Bungoeng Jaro oleh Bupati Aceh Besar kepada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Jantho.

Comments

comments

Bantu Polisi sharekan berita ini

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top