Www.tribratanewsacehbesar.com– Pembacokan terhadap anak kandung terjadi di kawasan Jalan Banda Aceh-Medan tepatnya di kawasan Gampong Weusiteh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Kamis (14/2/2019) tadi malam sekira pukul 19.30 WIB.

Pembacokan ini terjadi di depan sebuah depot obat yang dilakukan oleh tersangka berinisial NRD alias Sidi Toke Aloh (45), warga gampong setempat. Sementara korban yang tak lain anak kandungnya adalah seorang mahasiswa bernama Na (18).

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa ini disaksikan oleh sejumlah warga setempat yang melihat korban sedang berlari di atas atap rumah tetangganya. Saat itu terlihat korban dalam kondisi berdarah di bagian kepala dan sangat ketakutan karena dikejar oleh pelaku.

Korban meminta tolong kepada warga setempat yang kemudian ramai berdatangan dan membantu korban turun dari atap. Terlihat, pelaku keluar kabur menggunakan motornya ke arah Montasik, sementara korban langsung dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan medis.

Kejadian ini pun langsung dilaporkan warga ke Polsek Sukamakmur. Personel Polsek bersama Sat Reskrim Polres Aceh Besar pun langsung datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan akhirnya juga menangkap pelaku di kawasan yang sama sekira pukul 21.15 WIB.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha melalui Kapolsek Sukamakmur, Iptu Suriya yang dikonfirmasi pun membenarkan hal ini. Ia mengatakan, saat ini pelaku masih ditahan di Mapolsek Sukamakmur untuk diproses lebih lanjut atas perbuatannya.

“Benar kejadiannya tadi malam dan hingga kini masih kita proses. Korban masih menjalani perawatan medis,” ujarnya Jumat (15/2/2019) saat dikonfirmasi humas Polres Abes

Diduga, peristiwa ini berawal saat pelaku pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan meminta handphone korban. Korban tak menuruti permintaan pelaku yang akhirnya melampiaskan amarahnya dengan memukul hingga membacok korban menggunakan pisau dapur.

“Keterangan sementara dari saksi yang merupakan tetangga korban, memang sering terlihat bahwa korban kerap dipukuli pelaku tanpa alasan jelas saat mabuk. Korban tinggal bersama ayah dan adiknya sementara ibu korban telah meninggal,” bebernya singkat.

Hingga kini polisi masih mendalami kasus pembacokan ini. “Nanti kita informasikan lebih lanjut, rencananya nanti akan dilakukan konferensi pers di Mapolres Aceh Besar,” tambah Kapolsek.

Comments

comments