Www.tribratanewsacehbesar.com– Personel Sat Resnarkoba Polres Aceh Besar yang dibantu personel Sat Reskrim mengamankan 40 kotak ganja dengan berat yang mencapai kurang lebih 800 kilogram, Selasa (5/2/2019) dinihari lalu sekira pukul 01.00 WIB.

Puluhan kotak ganja ini diamankan atas informasi masyarakat tentang adanya sebuah tempat penyimpanan ganja. Alhasil, polisi pun mengamankan ratusan kilogram ganja ini di sebuah gubuk yang ada di Gampong Meureu Baro, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha yang didampingi Kasat Resnarkoba, AKP Raja Aminuddin Harahap dan Kepala Rutan Klas II B Jantho, Yusnaidi mengatakan, kali ini pihaknya hanya menyita barang bukti ganja. Sementara, tersangka yang telah diketahui identitasnya melarikan diri.

“Tersangka selaku pemilik tempat berinisial Y (30), warga setempat. Saat digerebek yang bersangkutan kabur bersama sejumlah rekannya yang lain yang mana identitasnya juga sudah kita ketahui,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Aceh Besar, Rabu (6/2/2019).

Ia menjelaskan, seluruh ganja ini diduga rencananya akan dikirim ke Jakarta Timur. Hal ini diketahui dari modus yang dilakukan para pelaku dengan mengepak rapi puluhan kotak berisi ganja ini menggunakan plastik abu-abu dan dilengkapi alamat pada secarik kertas dengan tujuan Jakarta Timur.

“Hingga kini masih diselidiki lebih lanjut kasus ini, untuk per kontaknya berisi ganja yang beratnya mencapai 20 kilogram. Ini merupakan modus baru dan ini merupakan tangkapan terbesar kita di awal tahun 2019,” ungkap mantan Kapolres Simeulue ini.

Sementara, AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, pihaknya masih terus memburu para pelaku yang telah diketahui identitasnya tersebut. Mereka pun mengimbau agar para pelaku bersikap kooperatif dan segera menyerahkan diri untuk memudahkan proses hukum.

“Diduga jaringan besar, kasus ini masih terus dikembangkan nanti kita informasikan lebih lanjut tentang perkembangannya, tersangka Y kita kejar bersama 4 rekannya, termasuk mobil box yang dilarikan yang diduga digunakan untuk mengangkut kotak ganja ini,” kata pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Pidie ini.

Selain puluhan kotak ganja ini, Polres Aceh Besar juga mengamankan dua tersangka penyalahgunaan sabu. Tersangka pertama berinisial B (30), warga Gampong Reudep, Kecamatan Montasik, Aceh Besar. Ia ditangkap Minggu (3/2/2019) malam lalu bersama 12 paket sabu seberat 9,78 gram.

“Tersangka ditangkap di pinggir jalan kawasan tempat tinggalnya yang juga atas informasi masyarakat. Selain belasan paket sabu, juga diamankan sebuah alat isap (bong) beserta kaca pirek dan sebuah handphone yang digunakan untuk bertransaksi,” jelas Ayi.

Tersangka B, lanjut Kapolres, selama ini berperan sebagai kurir untuk memasarkan barang haram ini. Ia pun mengaku telah beberapa kali menjual sabu kepada sejumlah pembeli. Selain sebagai kurir, ia pun juga menggunakan sabu.

“Yang bersangkutan dijerat dengan Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” paparnya.

Selanjutnya, petugas sipir Rutan Klas II B Jantho kembali mengamankan seorang narapidana yang berstatus sebagai tahanan pendamping (tamping) atas penyalahgunaan sabu yang dilakukan. Hal ini terjadi Rabu (30/1/2019) malam lalu di dalam rutan itu.

“Tersangka berinisial F (30), warga Gampong Capeung Raya, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar. Ditemukan satu paket kecil sabu seberat 0,13 gram sabu beserta handphone miliknya. Ia dijerat Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” ungkap Kapolres.

Comments

comments